Headlines News :
» Hadiah Sebuah Ketaqwaan

Hadiah Sebuah Ketaqwaan

Written By Pra Setyo on Thursday, July 18, 2013 | 7:57 PM


Muhammad Faqih- Assaalamu’alaikum Sahabat Artitaqwa semoga kalian senantiasa berada pada ridho Alloh SWT. Pada kesempatan kali ini, saya akan kembali menjelaskan arti taqwa melalui sebuah tamsil (perumpamaan). Berbeda dengan kisah sebelumnya yang menggunakan perumpamaan sahabat rasululloh, maka pada kesempatan ini saya akan menjelaskan melalui cerita seorang anak sekolah dasar. Suatu ketika di sebuah sekolah dasar swasta, ada seorang anak yang rajin dan bisa dibilang cukup pandai. Sebutlah saja namanya Ali. Ali merupakan siswa yang selalu jujur dalam segala hal termasuk tidak mencontek ketika ujian. Oh ia, Ali sekarang  berada di kelas 5. Dia tinggal disebuah desa kecil yang di dekatnya terdapat hutan. Sudah bisa dibilang ia mampu membedakan antara baik dan buruk. Ali memiliki sifat rajin dan jujur karna pendidikan yang diberikan ayahnya dirumah, selain juga di sekolah.

Suatu saat tepatnya ketika hasil ulangan harian dibagikan, timbul sebuah guncangan dengan keyakinan yang dimilikinya selama ini. Yakni kejujuran dan sifat rajin yang dimilikinya. Hal itu terjadi karena teman-temannya mendapatkan nilai yang bagus-bagus yakni berkisar antara 80 keatas sedangkan ia mendapat nilai 50 sendiri. Hal ini terjadi karena soal kali ini merupakan soal yang sulit dikerjakan. Telisik punya telisik ternyata teman-temannya mendapatkan nilai bagus karena berbagai cara. Diantaranya adalah mencontek dan ada pula yang bekerjasama saat ujian, meski tidak semua anak seperti itu.

Alhasil anak tersebut merasa kecewa dan bersedih. Dia berfikir kalau saja ia juga melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan temannya, maka akan mendapatkan nilai yang baik pula. Ali masih menyimpan pikirannya itu sampai pulang kerumah dan bermaksud menceritakan hal itu pada ayahnya. Setibanya dirumah dengan perasaan sedikit jengkel ia langsung menemui ayahnya. Dia berkata bahwa mendapat nilai yang jelek ketika ulangan harian kemarin. Sedangkan teman-temannya mendapatkan nilai yang bagus-bagus. lalu ia melanjutkan pembicaraannya dan menceritakan bahwa teman-temannya mendapat nilai yang bagus karena mencontek.

Ali menjelaskan hal tersebut kepada ayahnya karena ia bermaksud mencontek juga ketika ulangan harian berikutnya. Seketika itu ayahnya pun tersenyum. Beliau langsung meraih tangan ali dan mengajaknya memasuki hutan yang tidak jauh dari rumahnya dan berada di seberang desa. Pada jalan yang dilalui, mereka melewati tanah yang becek, berlumpur dan kadang ada rumput berduri. Lalu ali di tengah perjalanan bertanya kepada ayahnya mau dibawa kemana dia dan mengapa harus melewati jalan seperti ini. Lalu ayahnya diam saja karena tempat yang dituju sudah dekat.

Akhirnya mereka berdua sampai di sebuah danau yang sangat indah. Lingkungan di sekitarnya bersih dan terkesan asri dan alami. Banyak burung kecil yang berkicau diatas pepohonan rindang. Ketika melihatnya hati akan terasa damai dan sejuk, semua pikiran akan merasa tentram dan melayang. Danau itu berwarna sedikit biru kehijauan karena ada lumut dan pantulan sinar matahari yang mengenainya. Selesai mengagumi tempat itu sang anak bertanya kepada ayahnya. Ali bertanya mengapa ia di ajak ke tempat tersebut. Seketika itu ayahnya menjawab dengan disertai nasihat kepada anaknya. Beliau menceritakan kepada ali bahwa ini merupakan tamsil (perumpamaan) pada hal yang sama dengan apa yang dialaminya di sekolah. Ali merasa bingung dengan apa yang dikatakan ayahnya kepadanya lalu bertanya kembali apa maksudnya. Ayahnya menjelaskan kembali, kalau ketika ali tidak mencontek dan berbuat jujur itu ibarat ia melalui jalan ke danau tadi penuh dengan tanah yang berlumpur, becek dan kadang berduri. Maka ketika sudah sampai pada waktunya maka aka nada sebuah hadiah yang akan dia dapatkan setelahnya layaknya danau yang indah tadi. Ketika ia memutuskan untuk berhenti berbuat jujur dan rajin maka sama saja dengan tidak ingin melewati jalan tadi. Jalan yang penuh lumpur, becek dan berduri. Dan pada akhirnya tidak akan pernah sampai ditempat danau yang luarbiasa indah itu.

Dengan penjelasan yang diberikan oleh ayahnya, Ali sekarang paham dan berjanji akan tetap menjaga kerajinan dan kejujuran yang sudah ia lakukan selama ini. TAMAT

Kita dapat belajar dari kisah diatas dimana sebuah KETAQWAAN seorang anak di uji. Begitupun juga kita, barangsiapa yang bersabar dan istiqomah dengan cobaan yang ada maka ia akan mendapatkan hadiah dari sebuah ketaqwaan tersebut.

Semoga kita termasuk di dalamnya. AAMIIN…

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Website | Arti Taqwa | Taqwa
Copyright © 2013. Arti Sebuah Ketaqwaan - All Rights Reserved
Arti Taqwa by Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger